Seiring dengan berkembangnya zaman paradigma barupun akhirnya bermunculan dengan berbagai bukti otentik yang selama ini di ragukan dari kenyataan. Mungkin tidak akan pernah terbayangkan oleh sebagian besar dari orang tua kita bahwa pada hari ini dan kemungkinan besar akan terjadi sampai dimasa yang akan datang bahwa seseorang akan bekerja tidak identik dengan berkantor atau mempunyai kantor. Mungkin pada jaman dahulu (jadul), masa lampau atau tempoe doeloe, bekerja di dalam kantor atau di kantoran mungkin sangat bergengsi dan menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang-eyang, tante-tante, oom-oom dan para orang tua kita. Kalau kita bekerja sendiri di rumah, waahhh laaahhh bisa repot semua urusannya dengan tetangga, sanak saudara, mertua bahkan orang tua. Semua pasti akan memandang dan menganggap kita sebagai orang tak berguna lah, tidak berkembang, tidak bisa kerja dan tidak terpakai dll … akan tetapi sialnya, justru pada hari ini, semua orang tua tampaknya harus menggigit jari serta menerima semua kenyataan bahwa justru semakin banyak dan semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak nampak pekerjaannya termasuk juga kantornya. Kenapa dan mengapa? Suatu pertanyaan mudah sekali di jawab yaitu karena pada akhirnya yang di tuntut suatu pekerjaan dari seorang profesional bukanlah absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif. Hal ini mungkin ada pengecualian di lembaga-lembaga pemerintahan, rutinitas absensi tampaknya masih menjadi paradigma berkarya, yaaahhhh selamatlah bagi para rekan PNS dan teruslah berkarya dan bertugas untuk kemajuan bangsa.
Mungkin pandangan saya ini terinspirasi dari keberadaan saya di dunia digital ( internet ) sehingga saya bisa berpikir seperti ini. Akan tetapi didalam banyak hal dan kesempatan saya melihat banyak sekali profesionalisme dengan segala aktifitas dan mobilitasnya yang tinggi, kalaupun mereka memiliki kantor, mereka lebih sering meninggalkan kantornya atau bahkan sangat lumrah atau biasa apabila pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol dan minum kopi di café bersama mitra-mitra-nya. Bukan hal yang aneh lagi jika kita melihat teman-teman profesional kita ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap dan terbebas dari segala kejenuhan pekerjaan kantor. Tampaknya suatu keahlian, hobi, kebiasaan dan kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda dan rata-rata mereka berusia 27-40an tahun.
Untuk masalah penghasilan, waaahhhh jangan di ragukan dan di tanya lagi deeehhh… mereka minimal bisa menghasilkan Rp. 5-10 juta yang merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Pendapatan yang jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang pada umumnya Rp. 750.000 / bulan. Tetapi memang tidak bisa di pungkiri bahwa masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas dan sangat mobile seperti ini.
Laptop, notebook, netbook, personal digital assistance (PDA), handphone sudah menjadi perlengkapan yang biasa di pakai bagi para profesionalisme tersebut. Yaaahhh yang paling parah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone hehehehehe.... Itulah sekilas gambaran kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan terus bertambah dan semakin banyak di masa-masa yang akan mendatang. Kapankah kita akan mampu melakukan hal tersebut? Yang jelas bukan pada saat kita memiliki Laptop, notebook, netbook ataupun HP hal tersebut akan terjadi dengan sendirinya pada saat kita memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui keprofesionalismeannya oleh komunitas.
Mungkin pandangan saya ini terinspirasi dari keberadaan saya di dunia digital ( internet ) sehingga saya bisa berpikir seperti ini. Akan tetapi didalam banyak hal dan kesempatan saya melihat banyak sekali profesionalisme dengan segala aktifitas dan mobilitasnya yang tinggi, kalaupun mereka memiliki kantor, mereka lebih sering meninggalkan kantornya atau bahkan sangat lumrah atau biasa apabila pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol dan minum kopi di café bersama mitra-mitra-nya. Bukan hal yang aneh lagi jika kita melihat teman-teman profesional kita ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap dan terbebas dari segala kejenuhan pekerjaan kantor. Tampaknya suatu keahlian, hobi, kebiasaan dan kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda dan rata-rata mereka berusia 27-40an tahun.
Untuk masalah penghasilan, waaahhhh jangan di ragukan dan di tanya lagi deeehhh… mereka minimal bisa menghasilkan Rp. 5-10 juta yang merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Pendapatan yang jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang pada umumnya Rp. 750.000 / bulan. Tetapi memang tidak bisa di pungkiri bahwa masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas dan sangat mobile seperti ini.
Laptop, notebook, netbook, personal digital assistance (PDA), handphone sudah menjadi perlengkapan yang biasa di pakai bagi para profesionalisme tersebut. Yaaahhh yang paling parah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone hehehehehe.... Itulah sekilas gambaran kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan terus bertambah dan semakin banyak di masa-masa yang akan mendatang. Kapankah kita akan mampu melakukan hal tersebut? Yang jelas bukan pada saat kita memiliki Laptop, notebook, netbook ataupun HP hal tersebut akan terjadi dengan sendirinya pada saat kita memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui keprofesionalismeannya oleh komunitas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar